MAKALAH
KEDUDUKAN, FUNGSI DAN RAGAM
BAHASA INDONESIA
Diajukan Sebagai
Tugas Kelompok Mata Kuliah Bahasa Indonesia
Disusun
Oleh :
Novrinaldo 201501500296
Kiky
Syafiti 201501500301
Suci
Ami Khadizah 201501500347
Dosen
Pembimbing : Royan Nur Fahmi, M.Pd
UNIVERSITAS
INDRAPRASTA PGRI
PROGRAM STUDI
BIMBINGAN KONSELING
FAKULTAS ILMU
PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN SOSIAL
JAKARTA
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesehatan
jasmani dan rohani sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang Kedudukan,
Fungsi dan Ragam Bahasa Indonesia ini dengan baik meskipun masih terdapat
kekurangan didalamnya. Dan juga kami berterima kasih pada Bapak Royan Nur
Fahmi, M.Pd selaku Dosen mata kuliah Bahasa Indonesia 1 yang telah memberikan
tugas ini kepada kami.
Kami
berharap makalah ini dapat berguna bagi semua pihak dalam hal menambah wawasan
serta pengetahuan pembaca. Kami berharap adanya usulan, saran dan kritik demi
perbaikan makalah yang akan kami buat dikemudian hari.
Jakarta,
September 2015
Penulis
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
……………………………………………………………………………………… ii
DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………………………… iii
BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang ………………………………………………………………………………
1
B. Rumusan
Masalah …………………………………………………………………………… 1
C. Tujuan
……………………………………………………………………………………………… 1
BAB II : PEMBAHASAN
A. Kedudukan
Bahasa Indonesia …… …………………………………………………… 2
B. Fungsi
Bahasa Indonesia
………………………………………………………………… 2
C. Ragam
Bahasa Indonesia
……………………………………………………………… 4
BAB III : PENUTUP
Kesimpulan ………………………………………………………………………………………………… 9
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………………………………… 10
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Indonesia
adalah Negara yang memiliki beraneka ragam suku, budaya, dan bahasa. Bahasa
secara umum adalah sistem lambang bunyi ujaran atau ucapan yang dipergunakan
untuk berkomunikasi oleh masyarakat. Bahasa memiliki hakikat bentuk dan makna,
serta bersifat arbitrer (kesepakatan).
Bahasa Indonesia adalah alat komunikasi
yang paling penting untuk mempersatukan seluruh rakyat Negara Indonesia. Bahasa
Indonesia merupakan satuan atau gabungan bahasa melayu, bahasa asing dan bahasa
daerah yang dijadikan sebagai bahasa resmi dan bahasa persatuan Republik
Indonesia.
Bahasa Indonesia memiliki kedudukan yang
berada diatas kedudukan bahasa daerah. Bahasa Indonesia juga memiliki fungsi
dan ragam yang berbeda. Untuk itulah kita perlu mempelajarinya dengan lebih
jauh dan dalam lagi tentang kedudukan, fungsi dan ragam bahasa Indonesia.
B. RUMUSAN
MASALAH
1. Bagaimana
kedudukan bahasa Indonesia?
2. Apa
fungsi dari bahasa Indonesia?
3. Bagaimana
ragam bahasa di Indonesia?
C. TUJUAN
Pembuatan
makalah ini bertujuan untuk mengetahui kedudukan, fungsi dan ragam bahasa
Indonesia. Dan untuk melengkapi tugas kelompok mata kuliah Bahasa Indonesia 1.
1
BAB II
PEMBAHASAN
A.
KEDUDUKAN
BAHASA INDONESIA
Bahasa
Indonesia memiliki kedudukan yang sangat penting, yang tercantum pada :
1.
Ikrar ketiga Sumpah Pemuda Tahun 1928
yang berbunyi “Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan,
bahasa Indonesia”
2.
Undang-undang Dasar Republik Indonesia
Tahun 1945 Bab XV (Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan)
Pasal 36 menyatakan bahwa “Bahasa Negara ialah bahasa Indonesia”
Dari
penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa kedudukan bahasa Indonesia
adalah sebagai bahasa nasional dan bahasa Negara Republik Indonesia.
B. FUNGSI BAHASA INDONESIA
1. Fungsi Bahasa Indonesia
Berdasarkan Kedudukannya Sebagai Bahasa Nasional
Kedudukan
bahasa Indonesia berada diatas bahasa-bahasa daerah. Berdasarkan hasil
Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasional yang diselenggarakan di Jakarta pada
tanggal 25-28 Februari 1975 menegaskan bahwa bahasa Indonesia dalam
kedudukannya sebagai bahasa nasional, berfungsi sebagai :
a) Lambang kebanggaan Nasional.
Sebagai
lambang kebanggaan Nasional bahasa Indonesia memancarkan nilai- nilai sosial
budaya luhur bangsa Indonesia. Dengan keluhuran nilai yang dicerminkan bangsa
Indonesia, kita harus bangga, menjunjung dan mempertahankannya. Sebagai
realisasi kebanggaan terhadap bahasa Indonesia, harus memakainya tanpa ada rasa
rendah diri, malu, dan acuh tak acuh. Kita harus bangga memakainya dengan
memelihara dan mengembangkannya.
b) Lambang Identitas Nasional.
Sebagai
lambang identitas nasional, bahasa Indonesia merupakan lambang bangsa
Indonesia. Berarti bahasa Indonesia akan dapat mengetahui identitas seseorang,
yaitu sifat, tingkah laku, dan watak sebagai bangsa Indonesia. Kita harus
menjaganya jangan sampai ciri kepribadian kita tidak tercermin didalamnya.
Jangan sampai bahasa Indonesia tidak menunjukkan gambaran bangsa Indonesia yang
sebenarnya.
2
c) Alat pemersatu berbagai
masyarakat yang berbeda-beda latar belakang sosial budaya dan bahasanya.
Dengan
fungsi ini memungkinkan masyarakat Indonesia yang beragam latar belakang sosial
budaya dan berbeda-beda bahasanya dapat menyatu dan bersatu dalam kebangsaan,
cita-cita, dan rasa nasib yang sama. Dengan bahasa Indonesia, bangsa Indonesia
merasa aman dan serasi hidupnya, karena mereka tidak merasa bersaing dan tidak
merasa lagi ‘dijajah’ oleh masyarakat suku lain. Karena dengan adanya kenyataan
bahwa dengan menggunakan bahasa Indonesia, identitas suku dan nilai-nilai
sosial budaya daerah masih tercermin dalam bahasa daerah masing-masing.
Kedudukan dan fungsi bahasa daerah masih tegar dan tidak bergoyah sedikitpun.
Bahkan, bahasa daerah diharapkan dapat memperkaya khazanah bahasa Indonesia.
d) Alat penghubung antar budaya
antar daerah.
Manfaat
bahasa Indonesia dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bahasa
Indonesia seseorang dapat saling berhubungan untuk segala aspek kehidupan. Bagi
pemerintah, segala kebijakan dan strategi yang berhubungan dengan ideologi,
politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan kemanan mudah diinformasikan
kepada warga. Apabila arus informasi antarmanusia meningkat berarti akan
mempercepat peningkatan pengetahuan seseorang. Apabila pengetahuan seseorang
meningkat berarti tujuan pembangunan akan cepat tercapai.
2. Fungsi Bahasa Indonesia
berdasar kedudukannya sebagai Bahasa Negara (Bahasa resmi Negara Kesatuan
Republik Indonesia)
Dalam
Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasional yang diselenggarakan di Jakarta
pada tanggal 25 sampai dengan 28 Februari 1975 dikemukakan bahwa didalam
kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia befungsi sebagai :
a) Bahasa resmi kenegaraan.
Bukti
bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kenegaraan adalah digunakannya
bahasa Indonesia dalam naskah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia 1945.
Mulai saat itu bahasa Indonesia digunakan dalam segala upacara, peristiwa serta
kegiatan kenegaraan.
b) Bahasa pengantar resmi
dilembaga-lembaga pendidikan.
Bahasa Indonesia
dipakai sebagai bahasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan mulai dari taman
kanak-kanak sampai dengan perguruan tinggi. Untuk memperlancar kegiatan belajar
mengajar, materi pelajaran yang berbentuk media cetak hendaknya juga berbahasa
Indonesia. Hal ini dapat dilakukan dengan menerjemahkan buku-buku yang
berbahasa asing. Apabila hal ini dilakukan, sangat membantu peningkatan
perkembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan teknolologi
(iptek).
3
c) Bahasa resmi didalam
perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan
pembangunan serta pemerintah.
Bahasa
Indonesia dipakai dalam hubungan antar badan pemerintah dan penyebarluasan
informasi kepada masyarakat. Sehubungan dengan itu hendaknya diadakan
penyeragaman sistem administrasi dan mutu media komunikasi massa. Tujuan
penyeragaman dan peningkatan mutu tersebut agar isi atau pesan yang disampaikan
dapat dengan cepat dan tepat diterima oleh masyarakat.
d) Bahasa resmi didalam
pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi
modern.
Kebudayaan nasional yang beragam
yang berasal dari masyarakat Indonesia yang beragam pula. Dalam penyebarluasan
ilmu dan teknologi modern agar jangkauan pemakaiannya lebih luas, penyebaran
ilmu dan teknologi, baik melalui buku-buku pelajaran, buku-buku populer,
majalah-majalah ilmiah maupun media cetak lain, hendaknya menggunakan bahasa
Indonesia. Pelaksanaan ini mempunyai hubungan timbal-balik dengan fungsinya
sebagai bahasa ilmu yang dirintis lewat lembaga-lembaga pendidikan, khususnya
di perguruan tinggi.
C. RAGAM BAHASA INDONESIA
Ragam Bahasa adalah variasi bahasa yang terjadi karena
pemakaian bahasa, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut
hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium
pembicara (Bachman, 1990). Ragam bahasa yang oleh penuturnya dianggap sebagai
ragam yang baik (mempunyai prestise tinggi), yang biasa digunakan di kalangan
terdidik, di dalam karya ilmiah (karangan teknis, perundang-undangan), di dalam
suasana resmi, atau di dalam surat menyurat resmi (seperti surat dinas) disebut
ragam bahasa baku atau ragam bahasa resmi.
Menurut Dendy Sugono (1999 : 9), bahwa sehubungan
dengan pemakaian bahasa Indonesia, timbul dua masalah pokok, yaitu masalah
penggunaan bahasa baku dan tak baku. Dalam situasi resmi, seperti di sekolah,
di kantor, atau di dalam pertemuan resmi digunakan bahasa baku. Sebaliknya
dalam situasi tak resmi, seperti di rumah, di taman, di pasar, kita tidak
dituntut menggunakan bahasa baku.
Macam-macam
ragam Bahasa Indonesia dapat dibagi menjadi 3 (tiga) :
1. Berdasarkan
Media
2. Berdasarkan Cara Pandang Penutur
3. Berdasarkan
Topik Pembicaraan
4
Ragam
Bahasa Indonesia berdasarkan Media:
1.
Baku
Lisan
Ragam bahasa baku lisan didukung oleh situasi pemakaian sehingga
kemungkinan besar terjadi pelepasan kalimat. Namun, hal itu tidak mengurangi
ciri kebakuannya.
Pembicaraan lisan dalam situasi formal berbeda tuntutan kaidah kebakuannya
dengan pembicaraan lisan dalam situasi tidak formal atau santai. Jika ragam
bahasa lisan dituliskan, ragam bahasa itu tidak dapat disebut sebagai ragam
tulis, tetapi tetap disebut sebagai ragam lisan, hanya saja diwujudkan dalam
bentuk tulis. Oleh karena itu, bahasa yang dilihat dari ciri-cirinya tidak
menunjukkan ciri-ciri ragam tulis, walaupun direalisasikan dalam bentuk tulis,
ragam bahasa serupa itu tidak dapat dikatakan sebagai ragam tulis. Kedua ragam itu masing-masing, ragam tulis dan
ragam lisan memiliki ciri kebakuan yang berbeda.
Ø Ciri-ciri ragam lisan:
a) Memerlukan orang kedua atau teman bicara.
b) Tergantung situasi, kondisi,
ruang & waktu.
c) Tidak harus memperhatikan unsur
gramatikal, hanya perlu intonasi serta bahasa tubuh.
d) Berlangsung cepat.
e) Sering dapat berlangsung tanpa
alat bantu.
f) Kesalahan dapat langsung
dikoreksi.
g) Dapat dibantu dengan gerak tubuh
dan mimik wajah serta intonasi.
Ø Kelebihan
ragam bahasa lisan:
a) Dapat
disesuaikan dengan situasi.
b) Faktor
efisiensi.
c) Faktor
kejelasan karena pembicara menambahkan unsur lain berupa tekan dan gerak
anggota badan sehingga pendengar lebih paham apa yang dikatakan pembicara. Seperti
situasi, mimik muka dan gerak-gerak pembicara.
d) Faktor
kecepatan, pembicara segera melihat reaksi pendengar terhadap apa yang
dibicarakannya.
e) Lebih bebas
bentuknya karena faktor situasi yang memperjelas pengertian bahasa yang
dituturkan oleh penutur.
f) Penggunaan
bahasa lisan bisa berdasarkan pengetahuan dan penafsiran dari informasi audit,
visual dan kognitif.
Ø Kelemahan
ragam bahasa lisan :
a) Bahasa lisan
berisi beberapa kalimat yang tidak lengkap, bahkan terdapat frase-frase
sederhana.
b) Penutur sering
mengulangi beberapa kalimat.
c) Tidak semua
orang bisa melakukan bahasa lisan.
d) Aturan-aturan
bahasa yang dilakukan tidak formal.
5
2.
Ragam
Baku Tulis
Dalam penggunaan ragam bahasa baku tulis makna kalimat
yang diungkapkannya tidak ditunjang oleh situasi pemakaian, sedangkan ragam
bahasa baku lisan makna kalimat yang diungkapkannya ditunjang oleh situasi
pemakaian sehingga kemungkinan besar terjadi pelesapan unsur kalimat. Oleh
karena itu, dalam penggunaan ragam bahasa baku tulis diperlukan kecermatan dan
ketepatan didalam pemilihan kata, penerapan kaidah ejaan, struktur bentuk kata
dan struktur kalimat, serta kelengkapan unsur-unsur bahasa di dalam struktur
kalimat.
Ø Ciri-ciri ragam tulis :
a) Tidak memerlukan orang kedua/teman bicara.
b) Tidak tergantung kondisi, situasi
& ruang serta waktu.
c) Harus memperhatikan unsur gramatikal.
d) Berlangsung lambat.
e) Selalu memakai alat bantu.
f) Kesalahan tidak dapat langsung dikoreksi.
g) Tidak dapat dibantu dengan gerak
tubuh dan mimik muka, hanya terbantu dengan tanda baca.
Ø Kelebihan
ragam bahasa tulis :
a) Informasi yang
disajikan bisa dipilih untuk dikemas sebagai media atau materi yang menarik dan
menyenangkan.
b) Umumnya memiliki
kedekatan budaya dengan kehidupan masyarakat.
c) Sebagai sarana
memperkaya kosakata.
d) Dapat
digunakan untuk menyampaikan maksud, membeberkan informasi atau mengungkap
unsur-unsur emosi sehingga mampu mencanggihkan wawasan pembaca.
Ø Kelemahan
ragam bahasa tulis :
a) Alat atau
sarana yang memperjelas pengertian seperti bahasa lisan itu tidak ada akibatnya
bahasa tulisan harus disusun lebih sempurna.
b) Tidak mampu
menyajikan berita secara lugas, jernih dan jujur, jika harus mengikuti
kaidah-kaidah bahasa yang dianggap cenderung miskin daya pikat dan nilai jual.
c) Yang tidak ada
dalam bahasa tulisan tidak dapat diperjelas/ditolong, oleh karena itu dalam
bahasa tulisan diperlukan keseksamaan yang lebih besar.
3. Ragam Lisan dan Tulisan
Ragam
lisan menghendaki adanya lawan bicara yang siap mendengar apa yang diucapkan
oleh seseorang.
Ragam
tulis tidak selalu memerlukan lawan bicara (pembaca) yang siap membaca apa yang
dituliskan oleh seseorang.
6
Contoh ragam bahasa lisan dan ragam bahasa tulis
|
No
|
Ragam bahasa
lisan
|
Ragam bahasa
tulis
|
|
1.
|
Papy bilang saya harus segera pulang
|
Papy
mengatakan bahwa saya harus segera pulang
|
|
2.
|
Adik lagi baca buku
|
Adik sedang
baca buku
|
|
3.
|
Saya tinggal di Bandung
|
Saya
bertempat tinggal di Bandung
|
4. Ragam Baku dan Tidak Baku
Ragam baku adalah ragam yang dilembagakan dan
diakui oleh sebagian besar warga masyarakat sebagai kerangka rujukan norma
bahasa dalam penggunaannya.
Ragam tidak baku adalah ragam yang tidak
dilembagakan dan ditandai oleh ciri-ciri yang menyimpang dari norma.
Ragam
bahasa berdasarkan Cara Pandang Penutur :
1.
Ragam bahasa berdasarkan daerah disebut ragam
daerah (logat/dialek)
Luasnya
pemakaian bahasa dapat menimbulkan perbedaan pemakaian bahasa. Bahasa Indonesia
yang digunakan oleh orang yang tinggal di Jakarta berbeda dengan
bahasa Indonesia yang digunakan di Jawa Tengah, Bali, Jayapura, dan
Tapanuli. Masing-masing memiliki ciri khas yang berbeda-beda.
2. Ragam bahasa berdasarkan
pendidikan penutur.
Bahasa
Indonesia yang digunakan oleh kelompok penutur yang berpendidikan berbeda
dengan yang tidak berpendidikan, terutama dalam pelafalan kata yang berasal
dari bahasa asing, misalnya fitnah, kompleks, vitamin, video, film,
fakultas. Penutur yang tidak berpendidikan mungkin akan
mengucapkan pitnah, komplek, pitamin, pideo, pilm,
pakultas. Perbedaan ini juga terjadi dalam bidang tata bahasa,
misalnya mbawa seharusnya membawa,
nyari seharusnya mencari. Selain itu bentuk kata dalam kalimat pun
sering menanggalkan awalan yang seharusnya dipakai.
contoh:
1)
Ira mau nulis surat seharusnya Ira mau menulis surat
2)
Saya akan ceritakan tentang Kancil seharusnya Saya akan
menceritakan tentang Kancil.
7
3.
Ragam bahasa berdasarkan sikap penutur
Ragam
bahasa dipengaruhi juga oleh setiap penutur terhadap kawan bicara (jika lisan)
atau sikap penulis terhadap pembawa (jika dituliskan) sikap itu antara lain
resmi, akrab, dan santai. Kedudukan kawan bicara atau pembaca terhadap penutur
atau penulis juga mempengaruhi sikap tersebut. Misalnya, kita dapat mengamati
bahasa seorang bawahan atau petugas ketika melapor kepada atasannya. Jika
terdapat jarak antara penutur dan kawan bicara atau penulis dan pembaca, akan
digunakan ragam bahasa resmi atau bahasa baku. Makin formal jarak penutur
dan kawan bicara akan makin resmi dan makin tinggi tingkat kebakuan bahasa yang
digunakan. Sebaliknya, makin rendah tingkat keformalannya, makin rendah pula
tingkat kebakuan bahasa yang digunakan.
Ragam
bahasa Indonesia berdasarkan Topik Pembicaraan :
Ragam Bahasa
Indonesia berdasarkan topik pembicaraan
Berdasarkan topik pembicaraan, ragam bahasa terdiri dari beberapa ragam diantara nya adalah :
1. Ragam bahasa ilmiah
2. Ragam hukum
3. Ragam bisnis
4. Ragam agama
5. Ragam sosial
6. Ragam kedokteran
7. Ragam sastra
Berdasarkan topik pembicaraan, ragam bahasa terdiri dari beberapa ragam diantara nya adalah :
1. Ragam bahasa ilmiah
2. Ragam hukum
3. Ragam bisnis
4. Ragam agama
5. Ragam sosial
6. Ragam kedokteran
7. Ragam sastra
Contoh ragam bahasa berdasarkan topik pembicaraan:
Dia dihukum karena melakukan tindak pidana. (ragam hukum)
Setiap pembelian di atas nilai tertentu akan diberikan diskon.(ragam bisnis)
Cerita itu menggunakan unsur flashback. (ragam sastra)
Anak itu menderita penyakit kuorsior. (ragam kedokteran)
Penderita autis perlu mendapatkan bimbingan yang intensif. (ragam psikologi)
8
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan beberapa
hal sebagai berikut :
1.
Kedudukan Bahasa Indonesia adalah
sebagai Bahasa Nasional dan Bahasa Negara Republik Indonesia
2.
Fungsi bahasa Indonesia berdasarkan
kedudukannya adalah :
a.
Lambang kebanggan nasional
b.
Lambang identitas nasional
c.
Alat pemersatu
d.
Alat penghubung antar budaya
e.
Bahasa resmi kenegaraan
f.
Bahasa pengantar resmi lembaga
pendidikan
g.
Bahasa resmi didalam bidang
perhubungan dan pembangunan
h.
Bahasa resmi kebudayaan dan IPTEK
3.
Ragam Bahasa adalah variasi bahasa
menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut
hubungan pembicaraan, kawan bicara, orang yang dibicarakan, dan media
pembicaraan. Ragam bahasa meliputi bahasa lisan dan tulisan. Pada ragam tulis
diharapkan para penulis dapat menggunakan bahasa yang baik dan benar serta
menggunakan ejaan bahasa yang telah disempurnakan (EYD), sedangkan untuk ragam
lisan diharapkan warga Indonesia mampu mengucapkan dan memakai bahsa Indonesia
dengan baik serta bertuturkata dengan sopan sesuai dengan aturan yang berlaku
9
DAFTAR PUSTAKA
Finoza, Lamuddin. 2005. Komposisi bahasa
Indonesia: untuk mahasiswa nonjurusan bahasa. Jakarta: Diksi Insan Mulia
Arifin, Z,E., dan S. Amaran Tasai. . Cermat
Berbahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi.
https://maulidalaeli.wordpress.com/2014/12/14/makalah-sejarah-kedudukan-dan-fungsi-bahasa-indonesia/
10

Tidak ada komentar:
Posting Komentar